Tampilkan postingan dengan label Suara hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suara hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, April 24, 2009

Legitimasi Cinta

Saya mengutip sebuah paragraf dari novel berjudul “Galaksi Kinanthi” karya Tasaro halaman 378 yang bunyinya sbb :

“Mencintai seseorang yang layak dicintai namun tidak pernah engkau miliki adalah neraka dunia.Rupanya,aku pernah merasa memilikimu.Bukankah rasa kehilangan hanya akan ada jika engkau pernah merasa memiliki ?”

Begitu dalam makna yang saya tangkap dari kutipan diatas.Cinta memang selalu memiliki dua sisi.Dalam harapan dan kenyataan.Kita terlahir karena cinta,hidup dan berkembang dengan cinta dan pada akhirnyapun kita akan berpisah dari kehidupan dunia ini juga karena cinta,cinta pada Sang Pencipta untuk kembali kerahmatNya.

Akan tetapi dalam perjalanan hidup ini.Cinta takkan sesederhana teorinya.Begitu rumit.Bahkan hanya untuk sekedar ingin mencintai,meski tanpa mengharap untuk dicintai apalagi sampai ingin untuk memiliki..Terkadang kita dihadapkan pada sebuah kenyataan pelik.Kita dicintainya,kita juga mencintainya.Sudah hanya itu !! Tetapi selanjutnya ternyata kita takkan pernah bisa memilikinya.

Benar.Ini memang sebuah neraka dunia.Karena ternyata begitu banyak hal yang membatasi cinta itu atas dasar norma,aturan dan segala prosedur yang membuatnya patut,pantas,baik dan benar.Kita sering tak mau memahami hal ini ketika cinta telah membutakan kita.Ya!!membuat mata kita seakan buta.Tapi ingatlah....kita masih selalu memiliki akal.Jika akal kitapun tak kuasa sehingga ikut dibutakan olehnya,maka kita selalu memiliki hati yang takkan pernah buta jika kita tak pernah mengabaikan semua suaranya.Suara hati nurani.

Saya memiliki sebuah kisah yang tak perlu saya ceritakan.Kisah dari temen saya,saya sendiri ataupun mungkin anda juga mengalaminya.Kisah dimana kita dihadapkan pada sebauh cinta yang lain.Cinta yang kita anggap lebih baik,pantas,dan lebih segalanya dibanding cinta yang sudah kita punya dan kita berikan kepada seseorang.Kita merasa tersiksa karenanya.Karena kita menemukan dan mendapatkan cinta itu ditempat dan waktu yang tak tepat.Dimana hal itu terjadi saat kita sudah berkomitmen akan sebuah cinta dengan seseorang.Bisa kita sudah menikah,tunangan ataupun kita baru pacaran.Pada intinya kita takkan bisa membuat komitmen cinta yang baru karena itu berarti kita mendua.

Jadi demi sebuah aturan yang dianggap benar dan baik otomatis kita tak bisa melanggarnya.Terkecuali kita sudah dibutakan oleh cinta itu tadi.

Inilah yang saya sebut neraka dunia.Kita bisa memiliki cinta yang lebih baik itu,kita mampu melakukannya,dan kita sangat menginginkannya.Tapi kita takkan bisa melakukannya,kita takkan bisa memilikinya.Karena kita sendiri,demi semua kebaikan.

Cinta........sebuah kata berjuta cerita.

Selasa, Juli 15, 2008

Hampa


Relung ini mulai kosong
Isinya telah hilang……..
Berlalu oleh karenanya sendiri
Meninggalkan sunyi…………sepi..
Senyap.
Lorong panjang terbentang……
Menanti seorang aku
Menelusurinya
Mencari isi relung ini.
Aku
Seperti tak berniat melakukannya
Menunggu saja……….
Dia kembali ……… dengan pengakuannya
Penuh kesungguhan dan ketulusan,
Menyesali penyakit yang telah merubahnya
Memandang pihak tua,
Sedih hatiku………
Haru…pilu………….
"Maafkan aku" ucapku lirih
Menatap dia……………..
Aku heran,
"Hmmm…………" bisikku lirih.
Sendiri…………
Pahit ,nyaman !

Rabu, April 09, 2008

A Small Attempt To Define A Good Friend

Good friends are hard to find.
Good friends are easy to love.
Good friends are presents that
last forever and that feel
like gifts from above

Good friends are one in a million.
Good friends are stories to share.
Good friends know the path to your
happiness, and they walk with you
all the way there.

Good friends are lives overlapping.
Good friends are laughter and tears.
Good friends are emotions so deep
that the trust just keeps growing
over the years.

Good friends are hard to find.
Good friends are easy to adore.

( A tribute to Pritish007dipu )

Kamis, Februari 21, 2008

Wait And See

Tunggu dan lihat.
Sebuah kalimat super singkat yang sangat dalam maknanya dalam kehidupan.Apakah itu ?.Ya,pada dasarnya kita semua sebagai makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan semua manusia disekitar kita akan selalu dihadapkan pada kenyataan mengenai berbagai perubahan yang terjadi disekeliling kita pada semua hal,semua aspek,sisi dan tentunya semua bentuk tingkah polah manusia disekitar kita.

Perubahan ini mengenai apapun.Perubahan positif,negatif maupun yang sepertinya positif tapi berakhir negatif.Menyangkut semua sisi kehidupan;fisik,mental,kepribadian,strata sosial,sikap,dan segala hal yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu disini.

Kita hanya butuh menunggu dan akan melihat hasil akhirnya.Apakah perubahan ( terutama mengenai mereka yang hidup disekitar kita;berdampingan dengan kita ) yang kita atau mereka buat itu merupakan sebuah tuntutan yang menjadi kebutuhan dan merupakan sebuah keharusan ataukah perubahan itu adalah sebuah kepalsuan;sebuah cara pamer,menunjukkan diri yang berlebihan dan tidak perlu,bisa juga sebuah egoisme,dan kesombongan tanpa melihat kemampuan diri sendiri sehingga justru bisa berakhir menyedihkan.

Tak ada motifasi lain buat saya dalam postingan ini selain untuk membuka pikiran saya mengenai pentingnya sebuah kejujuran,kesederhanaan,kerendahan diri dan tanggap pada lingkungan untuk selalu sadar dan ingat bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang hidup jauh dari cukup dan selalu butuh uluran tangan kita semua.

Jumat, Februari 15, 2008

Kedamaian Hidup.............

Pada derasnya hujan aku bertanya,
"Mengapa dalam ramaimu aku merasakan kesepian dan kekosongan ini ?"

Gemuruh itu kembali datang dan menghampiriku dalam diamku.
Menerpa seonggok jiwa yang penuh .............
Tatapannya selalu hadir dan membekas.
Menusuk dan menyembul kembali bahkan disaat yang paling tak kuinginkan.
Dia menghantuiku,
Hingga bendera itu kutancapkan.........yang membuatnya waspada padaku.

Pengaruhku bertemu dan melawan peranan yang coba dia hadirkan dalam hidupku.
Kelembutannya adalah selimut yang sangat memuakkanku,
Bukan kepalsuan,namun sebuah jalur yang sengaja dia buat untukku.

Aku tak membutuhkannya......hanya sedikit.
Campur tangan dia yang menghadirkan kekosongan ini.
Membuat cerita semakin jauh
Namun aku harus berlabuh.
Bukan untuk berhenti,
Tapi untuk kembali mengayuh sauh,menuju semua cita yang akan kurengkuh.

Harga Diri dan Prosedur Hidup

Empat hari yang lalu saya marah pada beberapa orang keluarga dekat saya karena sebuah kesalahan mereka yang sudah seringkali terjadi dan saat itu saya sudah tidak bisa mentolerir kesalahan itu lagi.Apa itu ? pambatalan janji sepihak dan perubahan jadwal yang tidak dikonfirmasikan pada saya sehingga saya menunggu dari siang sampai sore hari tanpa ada hasil.

Saya mengambil sikap untuk tidak mau mendengar alasan mereka dan memutuskan pergi dimalam harinya.

Setelah hampir 2 hari kami tidak ada komunikasi akhirnya mereka buka suara yang meyatakan mereka tersinggung dengan sikap saya dan menganggap saya tidak bisa menerima kekurangan yang ada pada mereka.Saya menegaskan statement saya berikut ini : "Saya adalah saya.bukan kalian dan bukan orang lain.Jadi saya akan hidup dengan cara saya yang saya anggap benar dan baik.Ini bukan masalah harga diri dan egoisme pribadi yang tidak mau mengalah,tidak menghargai orang lain dan tidak mau disalahkan.Tapi bagi saya,tidak ada pembenaran untuk sebuah kesalahan dan kata maaf tidak akan menjadi jalan keluar yang akan menyelesaikan persoalan tanpa ada perubahan nyata dalam ucapan dan perbuatan yang membuktikan penyesalan dan itikad baik untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut sekarang dan selanjutnya".

Saya bukan tanpa alasan melontarkan kalimat diatas.Hidup selalu memiliki prosedur yang harus ditaati untuk menjadikannya semakin baik,benar,berkualitas,bermanfaat dan memiliki arti serta nilai yang bisa dipertanggungjawabkan kepada semua makhluk,alam dan kepada Tuhan.Pada dasarnya hal ini dipahami oleh semua orang.Tapi pelaksanaannya tidak semudah yang kita pikirkan.Semua membutuhkan bekal dan pengalaman yang didapatkan dari proses yang panjang dan tidak mudah.

Berawal dari kita lahir,sekolah,kerja dan hidup berumah tangga,berinteraksi sosial dengan lingkungan hingga akhirnya kita akan meninggalkan dunia ini adalah proses panjang dalam pelaksanaan prosedur hidup ini.

Pada akhirnya keterbukaan,kejujuran,disiplin,dan taat pada semua aturan akan sangat membantu kita untuk bisa saling mengerti dan memahami satu dengan yang lain yang merupakan salah satu kunci dalam pelaksanaan prosedur hidup yang baik dan benar di dunia ini.

Jumat, November 23, 2007

Kosong

Mungkin kemaren adalah salah satu hari dalam hidupku dimana aku merasakan kekosongan dalam diriku.Tak ada gairah kerja,pikiran serasa buntu,dan parahnya tak ada inspirasi apapun untuk sekedar bahan ngobrol sekalipun.Aku seperti merasa tercekat,terpasung dari segala deru kehidupan.Kehampaan yang meraja melanda setiap inci tubuh dan otakku.Aku merasa seperti patung yang hidup.Berjalan tanpa tujuan,dan tak bisa merasakan semua gemuruh apalagi untuk berinteraksi dengan hiruk pikuk kejadian disekelilingku.

Aku jadi tersadar hari ini,setelah melewati sehari penuh kekosongan yang melandaku kemaren.Aku seperti menghirup udara baru yang menyentakkanku dari rasa itu.Sedikit berbenah akan diriku sendiri,mencermati apa yang hilang dari diriku.Bukan tanpa sebab aku jadi demikian.Menjadi kosong,menjalaninya dan tersadar kembali.Sedikit menoleh kembali kebelakang,aku sebenarnya memiliki begitu banyak keinginan yang benar-benar ingin aku wujudkan.Diluar itu aku juga memiliki tanggungjawab yang harus aku emban baik menyangkut pekerjaan,keluargaku (meskipun aku belum menikah),dan juga kehidupan pribadiku.

Belajar dari hal itu semua,aku merasa seperti hidup dalam sebuah target yang harus segera aku realisasikan untuk kemudian kembali berlari mengejar target selanjutnya tanpa cukup jeda untuk sejenak beristirahat.Semakin aku berlari maka semakin tujuan dan tanggungjawabku menghimpitku.Mengambil semua dari diriku dan meninggalkanku dalam kekosongan.Bahkan mimpipun tak sanggup aku melakukannya.

Inilah hidup yang seperti bayang-bayang.Mendorong kita semua untuk menyelesaikan setiap episode ceritanya,bahkan disaat kita tak sanggup lagi untuk berjalan ataupun untuk sekedar berdiri tegak sekalipun.Menekan kita untuk meraih semua keindahannya.Seakan tak memberi waktu untuk kita sejenak menikmati hasilnya.Aku jadi termenung..........tak ada batas kepuasan hidup manusia,yang ada adalah batas hidup yang membatasi kepuasan manusia.

Kamis, November 15, 2007

Apakah ini akhirnya ?

Relung ini mulai kosong
Isinya telah hilang……..
Berlalu oleh karenanya sendiri
Meninggalkan sunyi…………sepi..
Senyap.
Lorong panjang terbentang……
Menanti seorang aku
Menelusurinya
Mencari isi relung ini.
Aku
Seperti tak berniat melakukannya
Menunggu saja……….
Dia kembali ……… dengan pengakuannya
Penuh kesungguhan dan ketulusan,
Menyesali penyakit yang telah merubahnya
Memandang pihak tua,
Sedih hatiku………
Haru…pilu………….
"Maafkan aku" ucapku lirih
Menatap dia……………..
Aku heran,
"Hmmm…………" bisikku lirih.
Sendiri…………
Pahit ,nyaman !

Kelabu Itu...

Ketika langit menangis,
Sayup terdengar suara hatiku
Mengungkapkan rasa
Kebingungan…………..
Aku tak tahu apa yang terjadi
Antara kau dan aku,
Juga,
Antara waktu,kau,dan teman - temanmu
Ada infiltrasi luar
Include……..
Meski mereka berhak begitu……………………
Tapi belum saatnya
Hingga aku tersadar dari sisiku,
Mengejar sisi yang lain…….yang aku butuhkan
Yang sempat terlupakan
Lebih tepatnya…..terabaikan
Aku ingin berpijar…………
Disini akan kucari diriku
Bagian yang sempat terlupakan,
Adalah yang terbaik untukku…….saat ini
Hingga kudapati……………..
Hingga teraih,
Sesuatu membara,
Panas dan bergejolak
Aku mengeluarkannya dan itu harus.
Aku ….….. dengannya………jauh lebih dalam
Aku,tak bisa dibegitu,
Memangnya siapa ? Hai……….berkacalah !
Semua menipis…menghilang……berlalu
Perih……….dan getir………….
Sedari itu,
Dia ,lambat mulai membayang dari hari-hariku
Samar,tipis dan pelan terlupakan
Karenanya sendiri
Dia timbulkan sebab
Dan,aku hadirkan akibat
Inilah hidup
Penuh konsekuensi,prinsip dan ideologi
Aku teguh dipandanganku
Ini mauku……………
Semua tlah berlalu
Menunggu jawab……………….?

Antara waktu,kau dan aku

Kabut menampakkan dirinya
Tipis mengalir
Menderu…..datang menyapa
Kegelapan ,mengetuk meminta hadir
Ketika damai menepi
Kegalauan maju kearena
Mengiris mengoyak hati
Akankah tautan sirna ?
Putih kadang menipu
Ia membawa haru biru
Wajah - wajah palsu
Turun,mendekat….merancu
Membutakah semesta ?
Menggelapkah cakrawala ?
Membelai raut - raut kosong
Menyusuri senyap lorong - lorong
Asa meronta menguak takdir
Keras menggeliat
Membuka rahasia tabir
Terus,dan terus menguat
Antara waktu,kau dan aku.

Rinduku

Sendiri………………………………………………………………..
Sepi…………..……kosong ,dan dingin….
Aku menatap jauh……………………
Suara itu,
Dia datang dan kembali memanggil
Hatiku…….. jiwaku berteriak dan meronta,
Pikiranku berputar kencang………………..
Jantungku berdegup keras…..
Rasa yang selalu menyerangku,
Dan tak tahu kenapa,
Aku selalu kalah padanya…….
Jujur,aku sedang……………..rindu !!
Saat ini,dia kembali datang menyelimutiku,
Seperti kemarin,aku merasakan hal yang sama……
Aku……..
Aku bertanya pada-Nya,
Tanya yang kuharap kau tahu jawabnya
Dalam heningnya malam……..
Dalam ramainya lalu-lintas kota…….
Diatas jembatan yang sepi…….
Di sebuah taman yang dingin……
Bahkan,
Didalam sebuah kamar yang bocor……..
Dia selalu ada………ramah menemaniku
Aku jadi malu padanya,
Sendiri……..
Apakah dia ?
Dia…………………………………………………………………………….

Kesadaran

Berbuih dikala percikan menerpa
Mengembang…………dan,
Keruh,membawa guna.
Tak bisa berkaca,tak ada keindahan,tak ada !!
Mungkin Tuhan mau begitu,
Asing,aneh,terlalu berbeda………..
Semua sekilas pandang,tak seorangpun memandang kedalamnya………
Tak ada yang tahu isinya,
Kulit,hanya kulitnya yang mereka lihat.
Tahukah kau itu ?
Seperti merekakah dirimu ?
Asa selalu mendorong
Pemikiran ,ide,harapan………usaha…….do'a
Jika tak ada badai,musibah,dan cobaan
Mungkin tak akan ada hati yang terbuka…..
Tak ada kalbu yang tersentuh…..
Tak akan ada kesadaran !!!!!
TAPI,
Akankah semua itu harus diawali dari sebuah cobaan ??!!
Kau yang terbangun dari mimpi,
Yang baru sadar dari kenyataan,
Ataukah………..
Kau yang baru mau tidur dari sebuah realita ??
Tiba-tiba terdengar merdu lagu mengalun,
Lembut…..tenang,tenaaaaaang sekali.
Seakan tahu ada jiwa yang kering………
Aku terpaku disini,
Sepi……………………………………………………..………………